Burungmurai batu / kucica hitam ( Copsychus malabaricus ) burung memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi dan Blog Archive November 2017 (4)
Telurberwarna keputih-putihan, jumlah 2-3 butir. Perkembang biakannya antara bulan Oktober-April. Burung ciung batu siul adalah burung asli Asia,wilayah persebarannya meliputi Turkestan, India, China, Asia Tenggara, Malaysia, dan juga Indonesia khususnya (Sumatra, Jawa) suara burung ini cukup merdu dengan siulannya yang mantab.
Burungyang akan dijodohkan sebaiknya hewan yang dari spesies yang sama. Ini jauh lebih sulit lagi, karena jarang sekali diperdagangkan indukan murai batu betina yang baik. Mayoritas pedagang menjual murai batu berjenis kelamin Jantan. Alternatif yang termudah dengan mendatangi rumah-rumah penangkaran murai batu dan memesannya terlebih dahulu.
Merpatiatau burung dara (jawa=doro) sejak dulu telah dimanfaatkan untuk menghasilkan daging, sport, lomba, pertunjukan dan bahkan untuk keperluan komunikasi (merpati pos). Untuk keperluan produksi daging wujud yang paling disukai adalah daging merpati yang masih muda (squab) atau yang lebih dikenal dengan sebutan piyek.Daging merpati berwarna
Adabeberapa penyebab burung murai batu yang semula gacor atau rajin berbunyi, mendadak menjadi macet bunyi, antara lain : Murai batu yang terserang kutu / tungau bisa terlihat dari adanya bulu-bulu sayap yang nyerit atau rusak. Pengobatan yang tepat harus diberikan, misalnya dengan menyemprot atau memandikan burung dengan obat khusus
Burungkenari yang dikenal dengan nama Norwich merupakan jenis kenari yang memiliki bulu tebal dan cantik, selain itu burung ini juga memiliki keunikan pada bagian paru, ekor dan sayap yang pendek. Burung ini tampak sangat cantik dengan bulunya yang berwarna hijau dengan memiliki panjang tubuhnya yang mencapai 15-16 cm. burung kenari ini banyak
. Ilustrasi Murai Batu kanibal - Ketika memelihara burung Murai Batu MB, terkadang kita menemui burung Murai Batu yang berperilaku tidak normal, salah satunya adalah perilaku kanibal cabut bulu.Perilaku negatif tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada bulu-bulu Murai Batu pada bagian-bagian tertentu, seperti bulu sayap, bulu dada, bulu dibagian perut, bulu paha, dan bulu ekornya karena dipatuki sendiri. Perilaku tidak normal tersebut bisa disebabkan karena burung Murai Batu mengalami kondisi tertentu yang menyebabkannya tertekan dan frustasi kemudian melampiaskannya dengan mematuki bulunya sendiri kanibal. Perilaku kanibal tersebut tentunya akan membuat bulu-bulunya menjadi rusak dan berantakan. Akibatnya penampilan fisik burung Murai Batu tersebut menjadi kurang menarik, dan walaupun burung tersebut gacor pasti akan menurunkan harga juga Beberapa perilaku negatif Murai Batu saat di lombakan Perilaku kanibal pada Murai Batu bisa disebabkan karena beberapa faktor, antara lain 1. Pemberian jenis pakan dan porsi yang tidak tepat Pemberian pakan dengan porsi yang tidak tepat kurang atau over dan juga jenis pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan karakter Murai Batu bisa menjadi penyebab timbulnya perilaku kanibal. Ada beberapa jenis perilaku kanibal pada Murai Batu yang disebabkan karena pemberian pakan yang tidak tepat, yaitu • Kekurangan nutrisi Perilaku kanibal yang disebabkan karena kekurangan kalsium, sehingga burung Murai Batu akan mencari sumber kalsium dari bulu dan kukunya sendiri dengan cara mencabuti bulu-bulunya atau bahkan kuku-kukunya untuk mendapatkan asupan kalsium. • Over birahi OB Perilaku kanibal yang disebabkan karena kelebihan asupan protein dari pemberian pakan yang mengandung protein tinggi seperti jangkrik dan kroto dalam jumlah yang berlebihan dapat mengakibatkan Murai Batu mengalami over birahi OB.Kondisi birahi yang terlalu over tersebut jika tidak tersalurkan dalam waktu yang lama akan dilampiaskan dengan mencabuti bulu-bulunya sendiri kanibal. Sebetulnya burung Murai Batu memang harus dalam kondisi birahi agar lebih rajin berkicau dan gacor, tapi jika kondisi birahi tersebut sudah melewati batas OB, maka dapat menyebabkan burung Murai Batu melakukan perilaku negatif sebagai pelampiasan dari rasa frustasinya tersebut, di antaranya adalah perilaku kanibal cabut bulu. • Over emosi Penjemuran dan pemberian extra fooding EF yang berpotensi menaikkan suhu tubuh seperti misalnya ulat hongkong UH akan menyebabkan emosi Murai Batu meningkat dan menyebabkan naluri fighternya jika kondisi siap tempur tersebut tidak dilampiaskan dengan dipertemukan lawan ditrek / dilombakan, maka Murai Batu tersebut akan mengalami over emosi karena tidak adanya lawan ketika kondisi emosinya sedang naik. Keadaan tersebut berpotensi menyebabkan Murai Batu menjadi kanibal dan mematuki bulunya sendiri sebagai pelampiasan dari emosinya yang terlalu juga Cara setting birahi, emosi dan stamina Murai Batu agar tampil maksimal digantangan 2. Burung Murai Batu tertekan karena kalah mental Perilaku kanibal pada Murai Batu juga bisa disebabkan karena tertekan / kalah mental dari Murai Batu lain yang lebih dominan. Mental Murai Batu yang masih muda cenderung belum stabil, sehingga jika dipaksakan untuk mengikuti lomba atau dipertemukan dengan Murai Batu yang sudah mapan dewasa, maka dapat menyebabkan Murai Batu muda tersebut merasa tertekan / terintimidasi. Hal itu akan menyebabkan Murai Batu muda melakukan perilaku yang tidak menentu sebagai pelampiasan dari rasa frustasinya, salah satunya dengan mematuki bulunya sendiri kanibal. 3. Murai Batu kanibal / cabut bulu karena terserang kutu Jika burung Murai Batu mencabuti bulunya karena terserang kutu, maka untuk mengatasinya cukup mudah, cukup dengan rutin memandikannya dengan shampo khusus juga Cara mencegah dan mengobati burung kutuanBerikut ini perawatan yang tepat untuk mencegah dan mengatasi Murai Batu yang berperilaku kanibal 1. Settingan extra fooding EF Extra fooding EF memang sangat penting untuk memaksimalkan performa Murai Batu, karena jenis pakan hewani tersebut adalah pakan alami Murai Batu di alam bebas. Tapi porsi dan jenisnya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter dari burung Murai Batu, sehingga tidak berpotensi menyebabkan burung Murai Batu melakukan perilaku-perilaku negatif. Contohnya • Untuk Murai Batu yang memiliki karakter fighter tinggi / emosional, extra fooding EF yang cocok diberikan adalah yang mengandung protein tinggi tapi yang tidak berpotensi menaikkan suhu tubuh burung secara drastis, misalnya jangkrik dan kroto dengan porsi yang cukup banyak untuk mendongkrak birahinya. • Untuk Murai Batu dengan karakter fighter rendah / kurang emosi, extra fooding EF yang cocok diberikan adalah yang dapat meningkatkan suhu tubuh burung secara drastis, misalnya ulat hongkong UH dan larva tawon untuk mendongkrak emosinya. Jadi intinya, agar burung Murai Batu tidak melakukan perilaku-perilaku negatif seperti kanibal cabut bulu, maka harus diberikan pakan yang berkualitas untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya tapi jenis dan porsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter dari Murai Batu yang kita rawat. 2. Perawatan harian yang tepat dan terjadwal Perawatan harian untuk burung Murai Batu harus dilakukan secara rutin dan terjadwal, misalnya • Mandi Perawatan mandi untuk Murai Batu juga harus dilakukan dengan tepat dan konsisten. Untuk Murai Batu dengan karakter fighter tinggi / emosional, harus sering dimandikan untuk meredam emosinya yang meluap-luap. Sedangkan untuk Murai Batu dengan karakter fighter rendah / kurang emosi, intensitas mandinya dikurangi agar suhu tubuhnya tidak ngedrop yang akan mengakibatkan emosinya semakin rendah. • Penjemuran Penjemuran memang harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan burung Murai Batu. Penjemuran juga berperan penting untuk mengatur suhu tubuh ideal Murai Batu yang berkaitan dengan tingkat emosinya. Untuk Murai Batu dengan karakter fighter tinggi / emosional, penjemuran dilakukan secukupnya saja, karena Murai Batu tipe ini emosinya sudah tinggi, sehingga tidak perlu didongkrak dengan penjemuran lagi. Untuk Murai Batu dengan karakter fighter rendah / lambat panas, durasi penjemuran harus maksimal untuk mendongkrak emosinya agar lebih agresif, karena Murai Batu tipe ini cenderung kurang emosi / lambat panas, jadi emosinya harus digenjot dengan penjemuran yang lama. Jadi intinya, perawatan harian seperti mandi dan jemur juga harus dilakukan secara tepat dan konsisten sesuai dengan karakternya agar suhu tubuh Murai Batu berada pada level yang ideal, sehingga burung Murai Batu selalu dalam kondisi fisik yang prima dan tidak melakukan perilaku-perilaku negatif seperti kanibal atau perilaku negatif juga Dampak buruk penjemuran yang terlalu lama pada Murai Batu 3. Pengumbaran Pengumbaran juga perlu dilakukan secara teratur dan terjadwal. Selain untuk melatih stamina dan nafas Murai Batu, pengumbaran juga bermanfaat sebagai sarana refreshing agar burung Murai Batu tidak mengalami stress karena terlalu lama berada didalam kandang harian yang membatasi ruang geraknya. Stress berkepanjangan yang di alami Murai Batu juga dapat memicu timbulnya perilaku-perilaku negatif seperti kanibal jika tidak segera di kandang umbaran bisa mengurangi tingkat stress pada Murai Batu, karena ketika berada di dalam kandang umbaran yang luas, burung Murai Batu bisa terbang dengan lebih leluasa untuk menggerakkan otot-otot sayapnya yang sudah lama tidak digunakan untuk terbang. Hal itu akan membuat burung Murai Batu merasa lebih rileks, apalagi jika didukung dengan suasana disekitar kandang umbaran yang dikondisikan seperti di habitat aslinya dengan banyak pepohonan, tentunya akan lebih efektif. 4. Sering ditrek / dilombakan Burung Murai Batu yang berperilaku kanibal rata-rata adalah Murai Batu yang memiliki karakter fighter tinggi. Murai Batu dengan karakter tersebut cenderung sangat agresif dan selalu ingin bertarung. Perilaku kanibal tersebut merupakan bentuk dari pelampiasan emosinya yang tidak tersalurkan. Jadi jika memiliki Murai Batu dengan karakter fighter tinggi, maka harus sering-sering dipertemukan dengan Murai Batu lain untuk ditrek atau membawanya ke arena Latber agar emosinya juga Pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu Demikian sedikit informasi tentang penyebab dan cara mengatasi Murai Batu kanibal / cabut bulu yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar burung Murai Batu MB, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain. Semoga bermanfaat Terima kasih
Murai Batu atau Copsychus malabaricus merupakan salah satu jenis burung yang termasuk ke dalam famili Turdidae. Jenis burung yang satu ini dikenal sebagai pemakan serangga atau insektivora tetapi ada juga sebagian yang pemakan buah – buahan. Burung Murai Batu ini sangat pintar meniru dan rajin berkicau dengan suara yang sangat merdu sehingga banyak pecinta burung yang gemar memelihara bahkan ternak Murai Batu sekarang sudah banyak dikembangan dan menjadi ladang bisnis. Ciri – ciri Murai Batu secara umum yaitu memiliki ekor yang berukuran lebih panjang daripada tubuhnya, paruh berwarna hitam, memiliki jumlah bulu ekor 12 helai 4 helai berwarna putih, 8 helai berwarna hitam, memiliki bulu bagian kepala, leher dan dada bagian atas berwarna hitam mengkilap, bulu pada pangkal ekor berwarna putih, memiliki suara merdu, mampu menirukan suara kicauan burung bahkan pada habitat aslinya Murai Batu mampu menirukan suara orang utan dan air terjun. Ada berbagai jenis Murai Batu seperti Murai Batu Medan, Murai Batu Lampung, Murai Batu Kalimantan, Larwo, Murai Batu Malaysia, dan masih ada jenis murai batu lainnya di daerah Sumatra. Dari berbagai jenis Murai Batu yang ada di Indonesia, Murai Batu Medan merupakan yang tebaik. Murai Batu Medan memiliki intonasi suara yang lebih jelas, lebih banyak variasi kicauannya, memiliki warna bulu yang lebih hitam, postur tubuh lebih besar, dan lebih cepat jinak. Langkah – langkah berternak Murai Batu Pemilihan indukan Dalam proses pemilihan indukan, usahakan memilih bibit yang memiliki kualitas baik agar mendapatkan keturunan yang baik pula. Ciri – ciri indukan Murai Batu yang memiliki kualitas baik yaitu tidak cacat fisik, kaki tidak pincang, tidak sakit, sayap tidak ada yang patah, memiliki gerakan yang gesit, berbadan besar dan panjang, memiliki bulu yang bagus, mengkilap, dan utuh pada bagian sayap, badan, dan ekor, serta memiliki sorot mata yang tajam. Untuk indukan jantan dan betina pilihlah yang berumur 10 bulan sampai 1 tahun karena pada umur ini merupakan umur yang ideal untuk reproduksi. Selain itu pilihlah Murai Batu yang jinak serta tidak penakut untuk memudahkan saat perawatan. Pembuatan kandang penangkaran Kandang penangkaran atau yang sering disebut kandang perjodohan ini idealnya dibuat dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Sebelum Anda memulai membuat kandang ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar kandang ternak Murai Batu memiliki suasana yang tenang dan membuat burung tidak mudah stres. Berikut penjelasan lengkap mengenai kandang ternak Murai Batu yang ideal Lokasi pembuatan kandang Pilihlah lokasi di samping rumah atau pekarangan rumah. Hindari suasana yang bising dan adanya gangguan hewan lain seperti tikus, kucing, serangga, ular, musang, anjing, dan lainnya. Berilah tempat berlindung untuk Murai Batu agar terhindar dari hujan, angin kencang, dan panas matahari. Usahakan kandang menghadap timur agar mendapatkan sinar matahari pagi, buatlah lantai kandang dengan posisi lebih tinggi daripada posisi tanah yang ada di luar kandang agar air hujan tidak masuk ke dalam. Bahan pembuatan kandang Bahan kandang yang digunakan untuk penangkaran Murai Batu bisa menggunakan kombinasi antara kawat, ebonit, tembok bata, atau batako. Untuk atapnya Anda bisa menggunakan genteng agar kondisi di dalam kandang tidak terlalu panas. Sebisa mungkin hindari penggunaan atap yang terbuat dari seng karena akan terasa panas saat siang hari dan akan menimbulkan kebisingan ketika hujan. Lantai kandang bisa dibuat dengan kawat ram, serutan ebonit, pasir, tanah, atau lantai semen. Ukuran kandang Ukuran kandang sebenarnya tidak ada patokan khusus, sesuaikan dengan lokasi dan fasilitas yang ada. Tetapi untuk ternak Murai Batu ukuran kandang idealnya yaitu panjang 3 meter, lebar 2 meter, dan tingginya 2,75 cm. Ukuran ini biasanya diisi oleh dua pasang Murai Batu. Sebaiknya kandang dibuat 2 pintu, pintu yang satu berukuran kecil berfungsi untuk memsukkan makanan atau minuman dan yang satunya berukuran besar berfungsi untuk tempat keluar masuknya manusia ketika akan membersihkan kandang. Perlengkapan di dalam kandang penangkaran Untuk kenyamanan Murai Batu agar cepat berjodoh dan bertelur salah satuya didukung dengan adanya fasilitas dalam kandang seperti sarang untuk bertelur, tempat untuk bertengger, tempat makan dan tempat minum. Sarang untuk bertelur bisa Anda buat dari anyaman rotan membentuk bulat, sarang yang terbuat dari besek, atau bisa juga dari sabut kelapa. Selain itu berikan jerami, ijuk, rumput kering, atau ranting – ranting kecil karena nantinya burung akan mengangkut sendiri kemudian disusun ke dalam sarang. Sarang ini akan digunakan untuk tempat bertelur, mengerami telur, serta mengasuh anaknya jadi usahakan sarang burung terletak di tempat yang bebas dari ancaman maupun gangguan binatang – binatang kecil seperti semut dan serangga. Tempat bertengger atau tenggeran merupakan tempat yang biasa digunakan untuk hinggap Murai Batu, membersihkan paruh ketika selesai makan, bercengkerama, serta tempat untuk tidur ketika malam hari. Tempat bertengger bisa Anda buat menggunakan ranting pohon yang besarnya bisa Anda sesuaikan dengan ukuran kaki Murai Batu. Tempat makan dan minum burung Murai Batu usahakan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan mudah untuk dipindah – pindahkan. Pilihlah bahan plastik atau aluminium agar tidak mudah karatan dan tidak mudah bocor. Perawatan kandang Murai Batu Untuk menjaga agar kandang tidak cepat rusak dan Murai Batu merasa nyaman serta sehat sebaiknya kandang dirawat secara berkala. Untuk pembersihan kandang bisa dilakukan sambil memberi pakan, sedangkan untuk perawatan berkala setiap seminggu sekali dilakukan khusus untuk perawatan kondisi kandang, isi kandang, dan perlengkapan kandang. Perawatan yang dilakukan setiap hari meliputi pembersihan tempat makan dan minum. Makanan yang tidak habis sebaiknya dibuang dan diganti dengan yang baru, untuk air minum sebaiknya juga diganti setiap hari. Jangan lupa lakukan penyemprotan menggunakan desinfktan agar kandang terbebas dari semut. Penyemprotan desinfektan bisa dilakukan setiap1 minggu sekali. Selain itu sarang burung yang sudah dipakai untuk bertelur dan mengasuh anaknya sebaiknya diganti dengan sarang yang baru agar terhindar dari serangan kutu yang ada dalam sangkar. Pemberian pakan pada Murai Batu Untuk pemenuhan nutrisi yang cukup untuk aktivitas dan produktivitas paada Murai Batu diperlukan pakan alami berupa kroto, pakan buatan pabrikan, atau campuran antara pakan alami dan pakan buatan. Jangan lupa beri tambahan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu Anda bisa menambahkan pakan ekstra seperti cacing, belalang, ulat, dan jangkrik. Proses penjodohan Murai Batu Umumnya 1 Murai Batu jantan bisa untuk 7 indukan betina sehingga sering disebut berkembangbiak secara poligami. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai penjodohan pada ternak Murai Batu yaitu memasukkan 2 indukan betina yang sudah berumur 1 tahun ke dalam kandang, selanjutnya biarkan sekitar 2 minggu untuk menyesuaikan diri. Langkah selanjutnya yaitu masukkan indukan jantan beserta sangkarnya ke dalam kandang yang telah berisi Murai Batu betina tadi. Biarkan selama 1 minggu agar burung beradaptasi dan tidak menyerang indukan betina. Ketika indukan betina sudah mulai birahi ditandai dengan bersiul – siul dan mendekati sangkar burung jantan, maka saat itulah waktu yang tepat untuk melepaskan indukan jantan dari sangkarnya. Proses perawatan anakan Murai Batu Anakan atau piyik Murai Batu yang berumur 7 – 14 hari diberi pakan berupa campuran kroto dan voer yang sudah diencerkan menggunakan air. Pada usia ini piyik diberi makan setiap 1 jam sekali. Setelah berusia 15 hari ke atas, piyik sudah bisa makan sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah kroto yang digunakan untuk pakan harus sudah bersih dan terbebas dari semut – semut. Itulah tadi informasi lengkap mengenai ternak Murai Batu yang sangat sederhana dan mudah untuk dicoba khususnya bagi pemula. Nantikan artikel terbaru lainnya dari kami. Semoga bermanfaat.
Burung memang dikenal sebagai hewan bersayap yang memiliki fungsi untuk bergerak dan terbang di udara. Namun, setiap spesies burung mempunyai ukuran sayap bervariasi mulai dari yang pendek hingga panjangnya mencapai 3 semakin besar ukuran sayap burung tersebut maka mereka dapat melakukan perjalanan yang sangat jauh hingga jarak ratusan kilometer. Dari ribuan ekor yang tersebar di beberapa wilayah di dunia, berikut lima spesies burung dengan ukuran sayap terpanjang dilansir A-Z-Animals dan Dalmatian pelicandalmatian pelican Efroni NaorDalmatian pelican merupakan hewan endemik asli dari negara Mongolia. Namun, sebagian besar populasi spesies burung ini banyak berkeliaran di wilayah Rusia. Dilansir A-Z-Animals, mereka memiliki rentang sayap hingga 3,5 meter dengan bobot tubuh seberat 15 kilogram. Panjang sayap dari dalmatian pelican akan terlihat dengan jelas ketika burung ini terbang di itu, dalmatian pelican juga memiliki paruh yang besar dan panjang. Seperti spesies burung pelikan pada umumnya, mereka sering terlihat di daerah perairan untuk mencari Great white pelicangreat white pelican Vande VusseDistribusi dari great white pelican tersebar luas di tiga benua, yaitu Eropa, Asia, dan Afrika. Mereka mendiami daerah rawa untuk membuat sarang dan berkembang habitat aslinya, great white pelican termasuk hewan yang sangat suka bersosialisasi, di mana burung ini hidup secara berkelompok. Biasanya, dalam satu kelompok hanya terdiri dari enam hingga delapan segi fisik, spesies burung ini memiliki panjang sayap 3,6 meter dan berat tubuh 14 kilogram. Mereka juga memiliki kantong besar pada bagian bawah paruhnya yang berfungsi untuk menyimpan air. Baca Juga 5 Fakta Burung Cuckoo yang Terkenal dengan Kelicikannya, Sangat Kejam! 3. Marabou storkmarabou stork TeichmannMarabou stork merupakan jenis burung predator yang memangsa berbagai jenis hewan mulai dari burung berukuran kecil, flamingo, hingga rayap. Dilansir Safarisafricana, mereka termasuk burung yang tidak takut dengan manusia, di mana marabou stork sering terlihat berkeliaran di pemukiman padat ini dikenal dengan bentuk wajahnya yang buruk, berkepala botak, dan memiliki rentang sayap mencapai 3,2 meter. Populasi mereka dapat dijumpai di wilayah benua Afrika bagian Andean condorandean condor VitalSayap dari andean condor yang panjang dan lebar sangat membantu mereka untuk bisa terbang tinggi di udara melawan tiupan angin yang kencang di pegunungan Andes yang berada di wilayah benua Amerika itu, panjang sayap yang mencapai 3,3 meter ini juga berfungsi untuk mengangkat tubuh burung andean condoryang cukup besar dan berat saat mengudara. Mereka bertahan hidup dengan memakan berbagai jenis bangkai hewan yang terdapat di daerah pegunungan Wandering albatrosswandering albatross Dunens CCMemiliki rentang sayap sepanjang 3,7 meter membuat wandering albatross dinobatkan sebagai burung dengan sayap terpanjang di dunia. Dengan begitu, mereka dapat terbang jauh tanpa harus sering mengepakkan sayapnya saat di albatross merupakan tipe burung pengembara, di mana sebagian besar waktunya dihabiskan untuk terbang melintasi laut dan samudra. Mereka hanya berada di daratan ketika sedang mencari makan dan itulah beberapa spesies burung dengan ukuran sayap terpanjang di dunia. Sebagian besar habitat burung-burung tersebut memang banyak terdapat di wilayah dekat perairan dan pegunungan. Baca Juga 7 Fakta Lykoi Cat, Kucing Unik yang Mirip Serigala IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
jumlah bulu sayap burung murai batu