PRINSIPDASAR P3K a. Pastikan Anda bukan korban berikutnya. Jangan pindahkan korban sebelum diketahui persis jenis dan tingkat keparahan cidera yang dialami, kecuali jika tempat itu tidak lagi memungkinkan untuk melakukan perawatan. Bila termasuk dalam kerusakan ringan, maka Kepala Seksi Pemeliharaan akan menerbitkan memo kepada Sebelumnya sektor kesehatan pada MDGs terdapat 4 goals, 8 Target dan 31 Indikator, namun pada SDGs kali ini berbeda jumlahnya, walaupun masih mempunyai spesifikasi yang sama dengan MDGs, yaitu sebagai berikut: SDGs Kesehatan: 4 Goals, 19 Target dan 31 Indikator; SDGs Terkait Kesehatan: 4 Goals, 21 Target dan 18 Indikator. PenyelenggaraanPendidikan Sekolah/Madrasah/Pesantren Muhammadiyah pada Tahun Pelajaran 2020/2021 dimulai pada bulan Juli 2020, atau sesuai dengan kalender pendidikan yang telah ditetapkan Selama masa pandemi COVID-19 belum berakhir, proses pembelajaran dilakukan secara daring atau belajar dari rumah (BDR) Dalamakhir sambutannya Administratur KPH Tasikmalaya membuka secara resmi Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). 2.2. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya. Sambutan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pendidikan dan Pelatihan RSUD Kota Tasikmalaya yang mewakili Ketua PMI Kota Tasikmalaya adalah dr. Secarateknis filsafat Yunani mengawali aktifitas “ episteme ” (mengupayakan penjelasan rasional atas realitas dan pengalaman manusia), namun secara konseptual kata episteme (dan espitemologi) barulah muncul di masa-masa setelah revolusi sains. Revolusi sains sendiri secara umum dipahami dimulai di penghujung renaisans (abad 16) hingga abad Secaraumum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah : 1. Jangan Panik. Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin . Post Views 271Prinsip Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3KOleh Muhyidin, SKMDefinisi Pertolongan Pertama yaitu penilaian dan tindakan yang diberikan kepada korban kecelakaan atau kesakitan yang akut dan dilakukan oleh orang sekitar atau oleh korban tanpa peralatan medis atau Penolong yaitu seseorang dengan latihan formal dalam pertolongan pertama, perawatan darurat atau kedokteran yang memberikan pertolongan P3KMempertahankan hidupMencegah agar keadaan penderita tidak jatuh ke kondisi yang lebih kritisMembantu mempercepat proses penyembuhanTidak ada kesempatan untuk hidup jika bantuan hidaup dasar terlambat lebih dari 10 menit. Ingat!! Waktu emas golden period hanya 4 jawab PenolongDapat menilai keadaan penderitaMengidentifikasi kondisi kecelakaan yang dialami penderitaMemberikan pertolongan pengobatan dengan cepat dan tepat serta kasus-kasus mana yang memiliki luka lebih parah dan yang lebih membutuhkan perhatian dibandingkan dengan yang lainMengatur evakuasi penderita dengan tidak mengulur waktu menurut seriusnya keadaan penderitaMelaporkan kejadian yang dialami oleh si penderita kepada dokter atau perawat yang menangani selanjutnyaApa yang perlu dilakukan oleh Penolong?Untuk memudahkan, ingatlah prinsip DRABC Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation1. Amankan tempat kejadian Danger.Nilai lokasi di mana korban berada, apakah ada bahaya yang potensial masih mengancam ?Penolong wajib menjaga keselamatan dirinya dan orang sekitar agar tidak menjadi korban terdapat bahan kimia di lokasi kejadian, perhatikan bahan berbahaya yang terlibat dan symbol bahaya kimia yang mungkin terjadi akibat kebocoran bahan berbahaya atau terlepasnya uap toksik. Jangan memberi pertolongan kecuali yakin tidak akan mengalami kontak dengan bahan berbahaya. Usahakan orang sekitar menjauh dari tempat kejadian mengingat uap berbahaya dapat terlepas dan bergerak cukup jauh. Berdiri melawan arah angin dari tempat kejadian untuk memastikan bahwa setiap uap tertiup menjauh dari penolongTanda bahaya kimia pada kendaraan memperingatkan bahwa kendaraan sedang membawa bahan berbahaya. Jika meragukan keselamatan sendiri atau tandanya, jagalah jarak terutama jika terjadi kebocoran, atau jika melihat huruf “E” lihat bawah kiri. Kode informasi yang ada dimengerti oeh petugas emergensi, jadi buat catatan mengenai kode tersebut dan berikan sewaktu minta pertolongan melalui awal yang perlu dilakukanPengenalan masalah gawat daruratMekanisme kecelakaan/kejadianLokasiBahayaAlat pelindung diriBantuan –> ERT, Security, EMS clinic, orang sekitarJumlah Korban –> Multiple & Mass Casualty –> START Simple Triage And Rapid treatmentAmankan tempat kejadian kecelakaan lalu lintasPada kondisi bahaya kebakaran, cobalah berpikir dan bertindak cepat. Pada kebakaran asap yang timbul dan terhirup akan membuat kesadaran menurun! Tinggalkan ruangan segera. Tutup pintu yang dilewati, Jalan cepat bukan berlari, hindari ruang penuh asap, jika harus melewati ruang berasap usahakan sedekat mungkin dgn lantai, aktifkan alarm jika ada, buka jendela yang mencegah infeksi silang/penularan penyakit, lakukanlahCuti tangan dan pakailah sarung tangan jika memungkinkan. Terutama untuk menangani korban yang mengeluarkan cairan tubuh seperti darah dan cairan tubuh alat khusus untuk melakukan RJP / CPR Cardiopulmonary Resuscitation terutama saat memberikan nafas buatan sehingga mulut anda dan mulut korban tidak bersentuhan Nilai & Periksa Keadaan Korban ResponseSetelah penolong memeriksa lingkungan sekitar aman, penolong harus memeriksa respon korban. Untuk memeriksa respon, tepuk bahu korban, dan tanyakan “apakah kamu baik-baik saja ?”Jika korban memberi respon tetapi terluka atau membutuhkan bantuan medis, tinggalkan korban untuk menelpon minta bantuan medis. Kemudian kembali secepatnya dan memeriksa kembali keadaan seorang penolong menemui seorang dewasa tidak memberi respon misalnya tidak bergerak atau memberi respon terhadap rangsangan, penolong harus mengaktifkan menghubungi kontak darurat lewat telepon atau media komunikasi lain, dan kembali ke korban untuk memberikan resusitasi jantung paru RJP dan melakukan defibrilasi jika ada 2 atau lebih penolong, satu penolong mulai langkah RJP sedangkan penolong ke-2 meminta bantuan emergency response team ERT untuk di perusahaan atau meminta bantuan medis terdekat jika di luar perusahaan.Ketika menelpon minta bantuan, penolong harus siap menjawab pertanyaan mengenailokasi,apa yang terjadi,jumlah dan kondisi korban, danjenis bantuan yang diberikan Pada kasus kebakaran, lakukan penilaian kebakaran yang sedang terjadi denganNilai besarnya api, apakah bisa diatasi sendiri atau perlu bantuan?Apakah ada alat pemadam api?Jika api tak bisa padam dalam 30 detik segera tinggalkan ruang atau keadaan terbakar tidak boleh berlari!Korban yang terbakar segera baringkan ke lantai dan bungkus dengan kain yang tebal. Gulingkan perlahan di lantai hingga api kasus trauma karena tersengat listrik voltase tinggiBiasanya fatal. Korban akan terlempar karena kontraksi otot mendadak, tak sadar dan menderita luka bakar mendekati lokasi karena tegangan listrik dapat “melompat” hingga sejauh 18 sumber listrik diputus baru dekati lokasi kecelakaan. Insulator seperti kayu kering atau kain bisa tak berfungsi karena tingginya tegangan. Pada kasus trauma karena tersengat listrik voltase rendahPenting!! Jangan langsung memegang korban yang sedang tersengat listrik !!Matikan sumber arus listrik. Jika tak bisa, berdiri diatas insulator, bisa berupa buku atau kertas koran yg tebal dan gunakan tangkai sapu untuk menjauhkan korban dari sumber arus listrik atau luka bakar yang terjadi !Amankan sumber listrik3. Beri bantuan hidup dasar Airway-Breathing-CirculationUntuk memberikan bantuan hidup dasar lakukanlah metode ABC di bawah inia. Airway jalan nafas“cek dan bersihkan/amankan jalan nafas”Head Tilt Chin Lift tengadahkan kepala korban dan angkat dagu korbanBersihkan/amankan dari sumbatanb. Breathing pernafasan“cek nafas korban selama < 10 detik”Lihat naik turunnya dadaDengarkan suara nafasRasakan hembusan nafasJika korban bernafas normal, cari apakah ada luka-luka lain/perdarahan hebat. Lakukan survey kedua dan jika normal lakukan recovery position posisi pemulihanApabila korban tidak bernafas/nafas tidak normal, lakukan Circulation sirkulasi“Peredaran Darah”Bila korban bernafas, cek dan segera hentikan perdarahan hebatBila korban tidak bernafas, lakukan CPR dengan 30 kali tekan dada dan 2 kali pemberian nafas 302.Cara melakukan CPRPosisi korban terlentang diatas permukaan keras dan datarLokasi penekanan 1 tumit tangan diletakkan tepat ditengah dada korban, sementara satu tangan lagi tekanan 4 – 5 cm kedalam atau 1/3 tebal dadaKecepatan 100 x/per menitRasio 30 x penekanan dada & 2 x nafas efektif / CPR tidak boleh berhenti kecualiKorban menunjukkan nafas normalBantuan medis dengan peralatannya datang dan mengambil alihPenolong letih dan tidak sanggup melanjutkan RJP yang efektif4. Lakukan Posisi Pemulihan recovery positionLepaskan kacamata dan barang-barang berbahayaBerlututlah di sisi korban dan pastikan kedua kaki korban dalam keadaan lurusLetakkan lengan korban yang terdekat dengan anda dalam posisi terbuka, dengan siku tertekuk serta telapak tangan menghadap ke atasAngkat lengan korban yang jauh dari anda melintang dada, dan tahan punggung telapak tangan pada pipi korban sisi terdekat dengan tangan anda yang lain raih tungkai yang terjauh di atas lutut dan tarik ke atas dengan telapak kaki tetap di tangan korban menekan pipi, tarik tungkai terjauh dan gulingkan korban ke arah anda sehingga korban berbaring pada sisi tubuhnyaAtur tungkai atas sehingga panggul dan lutut tertekuk pada sudut yang sesuaiDongakkan leher untuk memastikan jalan napas tetap terbukaAtur posisi telapak tangan di bawah pipi bila perlu untuk menjaga kepala tetap terdongakPeriksa pernapasan secara teraturCara melakukan posisi pemulihanPosisi akhir pemulihan

yang termasuk prinsip dalam p3k kecuali